Translate

Wednesday, 20 July 2022

[Belajar dari Klien] Soar High, dear Phoenix

💖💖💖💖💖
20 Juli 2022
Klien: Phoenix
💖💖💖💖💖

Siapa yang tak ingin menjadi besar? 
Menjadi viral, menjadi headline, meraup dana besar, ataupun memenangkan kompetisi.

Tapi, sebagai orang beriman Katolik, ada tertulis: 
manusia boleh berkehendak, tapi Tuhan lah yang menentukan 


Ya, Tuhan lah yang menentukan. 

Ketika kita sudah berusaha memberikan yang terbaik, 
bekerja dengan doa dan penuh harap, 
tetapi ketika ekspektasi tidak sesuai realita, 
itulah yang sudah ditakdirkan. 

Ketika kita sudah besar, namun "the next step" kita sebagai si kecil,
terimalah dengan penuh syukur dan besar hati.

Tidak ada yang disebut kegagalan, 
Karena semua adalah proses pembelajaran.

Memulai sebagai si kecil, 
memberi ruang lebih untuk terbang lebih tinggi. 

Starting small means giving bigger room for growth.
What counts the most is the steps taken.

Congratulations, dear my client, Phoenix. 
My sincere wish and pray for you to fly higher up to the sky. 
Semakin jaya dan semakin sukses..
Terimakasih telah menjadi klien kami.

|SY|

Sunday, 10 April 2022

Navigating Indonesia Stock Exchange Website - Save Your Time

Official Website:

1. List of e-IPO: past, present and upcoming
Including companies' prospectus and additional info.

2. Information for going publicly listed in Indonesia Stock Exchange

3. Database for registered Public Accounting Firm
If you plan to publicly listing your company in Indonesia stock exchange, the financial statements need to be audited with a registered Public Accounting Firm in Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

4. If you're an investor or analyst wanting to find Financial Statements and Annual Report for listed public companies in IDX

5. If you want to start investing in Indonesia stock exchange, list for online opening account. 

Let me know if you need help (any direct link) navigating Indonesia stock exchange website. 

|SY|

Friday, 8 April 2022

Non Interest-Bearing Shareholder Loan

Sering ditemui dalam kasus bisnis grup, bahwa satu perusahaan memperoleh pinjaman dari perusahaan lain dalam satu grup tidak berbunga (non interest-bearing shareholder loan).
 
Hal ini diperkenankan, jika memenuhi empat syarat. 

PP 45 tahun 2019 yang berlaku sejak 25 Juni 2019, yang merupakan perubahan terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 94 tahun 2010 mengenai Penghitungan Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak Penghasilan dalam Tahun Berjalan, pasal 12 ayat (1) menyatakan:

Pinjaman tanpa bunga dari pemegang saham yang diterima oleh wajib pajak berbentuk Perseroan Terbatas diperkenankan apabila:
1. Pinjaman tersebut berasal dari dana milik pemegang saham itu sendiri dan bukan berasal dari pihak lain;
2. Modal yang seharusnya disetor oleh pemegang saham pemberi pinjaman telah disetor seluruhnya;
3. Pemegang saham pemberi pinjaman tidak dalam keadaan merugi;
4. Perseroan Terbataas penerima pinjaman sedang mengalami kesulitan keuangan untuk kelangsungan usahanya. 

Jika salah satu dari 4 syarat tersebut tidak terpenuhi, maka perusahaan tidak diperkenankan meminjamkan / menerima pinjaman tanpa bunga. 

|SY|

Saturday, 2 April 2022

menjadi BENAR > menjadi BESAR > menjadi BERKAT

Jadilah BENAR terlebih dahulu.
Tetapkan tujuan & motivasi yang BENAR dalam mengejar impian & cita-cita.
Jadilah dewasa secara rohani untuk menjadi BENAR. 
Pusatkan tujuan hidup pada kehendak Sang Pencipta dan mendasarkan tujuan, motivasi dan tindakan berdasarkan prinsip - prinsip KEBENARAN. 

Jadilah BESAR.
Setelah menjadi BENAR, kejarlah menjadi BESAR. 
Menjadi BESAR berarti meningkatkan kapasitas diri untuk dipercayakan menerima BERKAT yang lebih BESAR. 
Untuk itu, tingkatkan kapasitas diri melalui pembelajaran, peningkatan pengetahuan dan kemampuan. 

Jadilah BERKAT.
Jika sudah BENAR dan BESAR, jadilah BERKAT.
Berkat yang diterima bukanlah milik kita, tetapi juga patut diberikan kepada orang lain untuk mendukung mereka menjadi BENAR, BESAR dan BERKAT. 
Prinsip multiplikasi untuk membawa perubahan bagi hidup kita dan hidup orang - orang lain. 

These three principals were introduced in Kingdom Financial program held by Kingdom Business Community (KBC). As I wrote in my other blog, ever since I decided surrendering my life completely to GOD at the end of December 2021, I truly feel GOD is sorting out my life. My boss sponsored me to join this program in March 2021, and through this program, I reset all my life goals and my attitude toward money. My dream is to be a blessing for many people and I believe GOD is working on my dream! 
Thanks be to GOD and all GLORY is for HIM, now and forever. 

|SY|

Links:

Saturday, 5 February 2022

Bisnis Simalakama

Ada pepatah bagaikan buah simalakama yang berdasarkan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) diartikan sebagai seseorang dihadapkan pada dua pilihan yang sangat sulit untuk dipilih.

Menggunakan pepatah tersebut, ada sebutan bagi bisnis yang juga menghadapi dua pilihan yang sangat sulit untuk dipilih, yaitu bisnis simalakama!
Apa itu bisnis simalakama?
Bisnis simalakama adalah bisnis yang dijalankan ataupun tidak dijalankan, membawa kesulitan bagi pemilik bisnis. Contoh: jika dijalankan tidak menghasilkan arus kas positif, namun jika tidak dijalankan, ada kewajiban yang harus dipenuhi namun tidak dapat dipenuhi karena bisnis tidak menghasilkan arus kas positif.
Hidup segan, matipun tak mau.
Bisnis simalakama!

Mengapa bisnis simalakama dapat terjadi?
1. Tidak terjadi atau minim inovasi
Inovasi itu darah segar bagi perusahaan. Terutama di era digital saat ini, bukan lagi hanya darah segar (pembaruan), tetapi juga menjadi kebutuhan (necessity) untuk senantiasa mampu berkompetisi.
Inovasi tidak harus terjadi pada mesin - mesin manufaktur. Tapi juga pada hal - hal bersifat kualitatif seperti budaya perusahaan atau sistem manajemen perusahaan.
Bagaimana jika perusahaan tidak memiliki arus kas yang positif untuk melakukan inovasi?
Itu berarti bisnis anda tidak efisien! Lakukan inovasi pada efisiensi perusahaan. Sekali lagi, efisiensi tidak harus terjadi pada hal - hal bersifat kuantitatif, namun juga yang bersifat kualitatif. Target: jadikan arus kas bisnis anda positif untuk mampu melakukan inovasi di aspek kuantitatif.
2. Tidak terjadi pengalihan ke generasi berikut
Hal ini menjadi penting ketika founder adalah orang tua dan tidak mewariskan "keahlian" bisnisnya kepada anak - anaknya. Kondisi ini bisa terjadi karena perbedaan generasi, yaitu perbedaan pola pikir, ataupun minat antara orang tua dan anak.
Penting untuk diingat:
* Ketika orangtua membangun bisnis, mereka memiliki visi kearah mana bisnis ini ingin dibawa. Visi tersebut harus dijelaskan kepada anak - anak untuk mereka dapat memahami. Jika suatu saat terjadi kehilangan mendadak pada sosok founder, maka anak - anak telah siap membawa bisnis orangtua sesuai dengan visi, meskipun mereka tidak melanjutkan bisnisnya. Apa artinya? Karena ada potensi minat anak tidak sama dengan minat orangtua, maka anak dapat exit dari bisnis dengan mencari pembeli yang dapat melanjutkan visi bisnis orangtua mereka. Don't let the business dies! Jangan sampai menjadi bisnis simalakama!
* Untuk dapat berkomunikasi bisnis antara orangtua dengan anak, sebaiknya orangtua tidak bersifat dominan, yaitu this is my way and the only way! Anak - anak juga sebaiknya mengurangi sifat idealis mereka. Tenggang rasa, toleransi dan pengertian adalah kata kunci untuk dapat saling memahami satu sama lain antara orangtua dan anak.
3. Jangan ekspansi agresif, overly leverage tanpa perencanaan tertulis.
Maksudnya adalah jika anda ingin ekspansi bisnis, boleh menggunakan leverage, tapi jangan overly leverage, dan tanpa perencanaan tertulis. Untuk mengetahui suatu rencana ekspansi viable atau tidak, diperlukan business plan, yang dapat mengetahui viability dan sustainability dari suatu bisnis. Ada suatu kondisi, ketika anda terlalu agresif untuk ekspansi dan overly leverage, you jeopardize your business health (i.e. cash flow). Terutama jika anda ekspansi untuk hal - hal yang bersifat tidak likuid yang akan sulit untuk dijual jika anda memerlukan suntikan dana modal kerja. Contoh: pembelian tanah atau gudang.

All-in-all, be wise.
Focus on your vision.
Think long - term.
Think cash flow.
Think employees and always retain key people.

|SY|